Mencintai…dicintai…
Fitrah manusia…
Setiap insan di
dunia akan merasakannya
Indah ceria
kadang merana itulah rasa cinta…
Di atas, sebait lagu nasyid yang didendangkan oleh The Fikr (idiihhh
promosi nih).Sobat muda muslim, ngomongin soal cinta,nuansanya bisa
berwarna-warni. Apalagi yang ngomongin adalah anak sekolah seusia kamu, obrolan
cinta bakal jadi bahasan yang seru. Kata mba’ titik puspa dalam sebuah lagunya,
jatuh cinta itu berjuta rasanya. Bener ngga’ sih? Hanya mereka yang pernah
merasakannya yang tau. Konon kabarnya, emang begitu koq. Dari mulai asem,
manis, asin kecut sampe pedes dan turunanya yang berjumlah ribuan rasa. Wah,
kayak lidah aja yang punya ribuan sensor syaraf untuk mengidentifikasi rasa.
Seru banget ya?
Bagi tipe kebanyakan remaja sekarang
yang pada malu-malu kucing, biasanya cuman seneng ngincer doang. Pas ketemu
orangnya bisa salting banget. Kalo jauh dengan doi, hati kitarinduuuu banget.
Eh, begitu dekat kita, malah dag dig dug, sebagian lagi malah memasang tampang
jual mahal. Pura- puranya sih nggak
suka. Padahal justru pengen disapa. Dasar!
Nah rupanya disinilah serunya urusan cinta anak sekolah. Itulah remaja
yang nggak mo’ disebut anak kecil lagi. Itu sebabnya untuk bisa lepas dari
predikat bocah cilik, mereka melakukan banyak hal sementara mental mereka belum
siap untuk itu.
Mewujudkan cinta
Hmm ini nih yang paling greng dan favorit untuk dibicarakan. Artinya
kalo cinta cuman mampir dihati tanpa direalisasikan tentu nggak ada rasanya
dong. Ibarat sayuran yang nggak dikasih garam duhh.. hambar. Begitulah komentar
para aktivis pacaran.Namun untuk remaja sekarang cinta kudu direalisasikan
dalam berbagai aktivitas ayng lebih kreatif ( katanya tuch…). And this what we
call pacaran alias nge-date. Nah lho!!
Pacaran emang bukan barang aneh lagi
zaman kiwari. Waktu kita es-de juga rasa suka lawan jenis pasti udah ada dong.
Karena emang naluriah kok. Itu zaman dulu… ketika belum ada sarana komunikasi
dan media lainnya untuk publikasi ke masyarakat. Lah… zaman sekarang? Teve yang
di Indonesia
aja udah puluhan channel. Tentu berbagai macam hal apa yang terjadi di belahan
bumi sono cepet kita ketahui. Khususnya di dunianya remaja macam mode di Paris lah yang jadi kiblat anak sekarang etc. sehingga
keberadaan media ini cepat mengubah gaya
hidup masyarakat. Yang salah satunya yaa… pacaran itu tadi. Makanya jangan
kaget kalo para konglomerat sana
khusunya teve banyak bikin tayangan unggulan. Tujuan mulianya tentu nutuk
menggenjot pendapatan usahanya. Tapi celakanya mereka nggak peduli apakah
tayangan itu bakal membawa petaka bagi rermaja sekarang khususnya remaja
muslim. Yaahh… itulah produk kapitalisme sekarang yang menggunakan
prinsip:”Asal ada manfaat disana yang berupa materi, kejar!!”. Jadi yang
penting rezeki nomplok. Habis perkara.
Jadi keberanian anak sekarang dalam mewujudkan cintanya ternyata amat
dipengaruhi oleh berkembangnya tekhnologi informasi. Komunikasi yang berkembang
dalam kehidupan masyarakat kita melaju dengan cepat dan adakalanya mengalahkan
norma-norma yang berlaku.
Sobat muda, jadi jangan heran kalo pacaran dinobatkan sebagai cara untk
mewujudkan cinta yang paling efektif. Bahkan boleh jadi pacaran diyakini betul
oleh sebagian besar remaja sebagai satu-satunya cara untuk mengekspresikan
cintanya kepada lawan jenis. Ah masa’ iya sih?
Benar. Boleh jadi sebagian teman kamu berpendapat begitu. Sebab
berdasarkan bisik-bisik tetangga, pacaran itu bikin hidup lebih hidup.. nggak
heran kalo banyak teman remaja yang meyakini bahwa pacaran merupakan tempat untuk mendapatkan
perhatian dari lawa jenis. Lihat deh temen sekelas kamu yang pacaran, biasanya
selalu memperhatikan penampilan. Gengsi dong kalo’ penampilannya kumuh bin
kucel, sementara sang kekasih kayak guru yang kelewat telaten merhatiin kita. Tapi
berbeda dengan guru, kalo diperhatiin sama si doi mah bisa jadi bikin kaki kita
serasa nggak di tanah lagi, alias mengawang-awang. Suweneng buwanget, pokoknya
OK’s bang-get deh!
Memang sih pada dasarnya manusia itu seneng diperhatiin kok. Itu
sebabnya bagi temen kamu yang lagi getol pacaran, biasanya jadi rajin ke
sekolah. Biar bisa merhatiin dan diperhatiin sama lawan jenisnya. Lho, jadi
sekolah bukan untuk nunutu ilmu? Ssssttt, itu mah usaha sampingan. Walah?
Sobat muda muslim, pacaran sering dianggap sebagai perwujudan rasa
cinta yang mendatangkan berkah. Berdasarkan desas-desus teman sekelas yang dulu
pernah aktif, pacaran juga sebagai acara sharing, alias berbagi, entah itu
berbagi pengalaman, masalah termasuk mungkin berbagi utang ( he..he… yang ini mungkin
jarang diungkap malu lagi!!)
Dari sejumlah responden yang
berhasil ditangkep, pacaran itu gunanya buat menyelami siapa gerangan jati diri
lawan jenis yang tidak lain dan tidak bukan adalah pasangannya, sehingga
beranggapan bahwa pacaran itu wajib. Berbahaya!
Padahal itu cuman
alasan klise! Biar hubungan lewat pacaran itu dilegalkan. Iya apa iya? Sebab
hal tersebut kan
sudah temasuk kategorinya pergaulan bebas. Hati-hati lho!
Antara cinta dan cita-cita
Sebagian dari kamu boleh jadi protes terhadap apa yang diungkapkan
diatas. Tapi, ingat sobat kitangebahas masalah ini bukan karena ngiri atawa
benci, atawa lagi sisnis. Nggak lah yauw. Justru kitaingin supaya kamu tambah
dewasa dan bijak menilai setiap perbuatan nggaak cuman ngikutin apa kata si “N” yaitu nafsu.
Kalo
kita masih sekolah yang harus difokuskan adalah masalah sekolah donkh.
Ketimbang mikirin pujaan hati yang belum tentu milikkita selamanya. Karena
memang kita masih belum diikat oleh apa-apa.rasa cinta memang bisamuncul dimana
saja termasuk disekolah iya khan. Ada
pepatah mengatakan: “Omnia vincit am
or : et nos cedamus Am ori. Yang artinya “ cinta menaklukkan segalanya:
dan kita takluk demi cinta”
Wahh puitis sih
puitis tapi untuk menaklukkan diri kita dibawah kuata yang bernama cintah Hm…
amit-amit deh. So, daripada kamu harus mengorbankan masa depanmu dengan
mengejar cinta dan mewujudkannya dalam pergaulan bebas, mending kita
konsentrasi pada yang namanya pelajaransebagai bagian dari
usaha kita untuk
mengejar cita-cita yang kata orang-orang tuh setinggi langit. Tapi sayang nya
nggak banyak dari kita yang kemudian menyadari masalah ini. Akibatnya meski
masih sekolah, banyak teman remaja kamu yang getol menyalkurkan syahwatnya via
pergaulan bebas(baca: pacaran), dengan atas nama cinta.Nah, sebagai bekal kamu
dalam meniti cita-cita dengan tanpa terganggu oleh cinta palsu,
Nggak salah donk
liriknya the Fikr itu bahwa cinta memang kadang bikin indah namun sewaktu-waktu
bisa bikin kita merana. Itulah cinta semu
kamu kudu simak
tips-tips berikut: pertama, jangan sekali-kali menganggap bahwa cinta harus
diwujudkan engan pacaran. Kedua, cinta bisa muncul
disekolah. Tapi
kita harus tetap meraih cita-cita. Caranya? Tunda dulu keinginan kamu ntuk
mikirin soal cinta dengan banmyak belajar dan aktivitas untuk meraih cita-cita.
Ketiga, dekati teman-teman yang emang nggak suka ngomonginpacaran. Keempat,
tempa diri dengan banyak mengkaji Islam. Jadi, kamu jangan malas ikut
pengajian. Kelima, sekuat mungkin kendalikan nafsumu, misalnya dengan banyak
puasa dan olahraga.
Yup, semoga ini bisa bikinkamu tentrem dan bisa untuk ngendaliin diri
kamu. Tapi, tentunya, karena yan gterjadi sekarang ini bersifat massal, maka
kita menyeru juga kepada bapak-bapak pejabat kita supaya jangan segan untuk
memberangus tayangan dan bacaan yang merusak kepribadian remaja, khususnya yang
berkaitan dengan masalah pergaulan bebas.





0 komentar:
Posting Komentar